Cari Blog Ini

Selasa, 21 Februari 2012

Tujuan Mempelajari Ilmu Kebidanan



Ilmu kebidanan adalah ilmu yang mempelajari tentang kehamilan, persalinan, dan kala nifas serta kembalinya alat reproduksi ke keadaan normal. Tujuan ilmu kebidanan adalah untuk mengantarkan kehamilan, persalinan, dan kala nifas serta pemberian ASI dengan selamat dengan kerusakan akibat persalinan sekecil-kecilnya dan kembalinya alat reproduksi kekeadaan normal. Kemampuan pelayanan kesehatan suatu negara ditentukan dengan perbandingan tinggi rendahnya angka kematian ibu dan angka kematian perinatal. Dikemukakan bahwa angka kematian perinatal lebih mencerminkan kesanggupan satu negara untuk memberikan pelayanan kesehatan.

Indonesia, di lingkungan Asean, merupakan negara dengan angka kematian ibu dan perinatal tertinggi, yang berarti kemampuan untuk memberikan pelayanan kesehatan masih memerlukan perbaikan yang bersifat menyeluruh dan lebih bermutu.
Dengan perkiraan persalinan di Indonesia setiap tahunnya sekitar 5.000.000 jiwa dapat dijabarkan bahwa:
1. Angka kematian ibu sebesar 19.500-20.000 setiap tahunnya atau terjadi setiap 26-27 menit. Penyebab kematian ibu adalah perdarahan 30,5 %, infeksi 22,5.%, gestosis 17′,5 %, dan anestesia 2,0 %.
2. Kematian bayi sebesar 56/10.000 menjadi sekitar 280.000 atau terjadi sctiap 18- 20 menit sekali. Penyebab kematian bayi adalah asfiksia neonatorum 49-60 %, infeksi 24-34 %, prematuritas/BBLR 15-20 %, trauma persalinan 2-7 %, dan cacat bawaan 1-3 %.
Memperhatikan angka kematian ibu dan bayi, dapat dikemukakan bahwa:
1. Sebagian besar kematian ibu dan perinatal terjadi saat pertolongan pertama sangat dibutuhkan.
2. Pengawasan antenatal masih belum memadai sehingga penyulit hamil dan hamil dengan risiko tinggi tidak atau terlambat diketahui.
3. Masih banyak dijumpai ibu dengan jarak hamil pendek, terlalu banyak anak, terlalu muda, dan terlalu tua untuk hamil.
4. Gerakan keluarga berencana masih dapat digalakkan untuk meningkatkan sumber daya manusia melalui norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera (NKKBS).
5. Jumlah anemia pada ibu hamil cukup tinggi.
6. Pendidikan masyarakat yang rendah cendrung memilih pemeliharaan kesehatan secara tradisional, dan belum siap menerima pelaksanaan kesehatan modern.
Kalau disimak ternyata faktor-faktor tersebut dapat dibagi dua yaitu:
1. Yang bersifat ilmu kebidanan murni:
- Pelaksanaan pengawasan hamil belum menjangkau masyarakat menyeluruh dan bermutu.
- Pertolongan pertama hamil dan persalinan yang belum memadai.
- Lemahnya sistem rujukan.
2. Faktor sosial, yang meliputi:
- Gerakan keluarga berencana masih dapat ditingkatkan penerimaannya.
- Faktor gizi masyarakat belum mcmenuhi untuk kesehatan ibu hamil, dan menyusui.
- Pendidikan masyarakat yang masih rendah.
Berdasarkan tingginya angka kematian ibu dan perinatal yang diatami sebagian besar negara berkembang, maka WHO dan UNICEF di Alma Ata, Uni Sovyet 1978 telah menyelenggarakan pertemuan dengan menghasilkan gagasan untuk menerapkan “Primary health care” yaitu upaya kesehatan utama dengan teknologi berdaya guna dan tepat guna, sesuai dengan kemampuan masyarakat sehingga dicapai Health for all by year the 2000.
Gagasan Pelayanan Kesehatan Utama tersebut mempunyai unsur:
- Meningkatkan pelaksanaan pengawasan hamil.
- Meningkatkan penerimaan keluarga berencana.
- Meningkatkan gizi ibu hamil dan menyusui.
- Meningkatkan pelaksanaan imunisasi.
- Meningkatkan upaya kesehatan lingkungan.
- Meningkatkan upaya sistem rujukan.
- Menerapkan pelayanan kesehatan yang terjangkau masyarakat.
Indonesia sebagai negara berkembang menerima gagasan pelayinan kesehatan utma dan memasukkannya ke dalam “Sistem Kesehatan Nasional” yang telah dikeinukakan tahun 1982. Mulai tahun itu pelayanan kesehatan kebidanan tidak terbatas ditingkat klinik tetapi telah menyebarkan upaya promotif, preventif dan rehabilitasi ke dalam gagasan Ilmu Kebidanan Sosial. Melalui gagasan ilmu kebidanan sosial, diharapkan dapat mengendalikan faktor dalam masyarakat sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih bermutu dan menyeluruh dengan tujuan menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian perinatal.
Salah satu usaha yang sangat penting untuk dapat mencapai peningkatan pelayanan kebidanan yang menyeluruh dan bermutu adalah menyebarkan “Bidan di desa dengan polindesnya” sesuai dengan gagasan Bapak Presiden Soeharto pada pembukaan “World congress on human reproduction, Nusa Dua, Bali 1994″. Di masa yang akan datang “Bidan di Desa” diharapkan dapat memberikan pelayanan kebidanan yang lebih bermutu dan menyeluruh dan sebagai pengganti “dukun beranak”.
Pustaka
Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan & Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan Oleh Prof. Dr. Ida Bagus Gde Manuaba


DEFINISI BIDAN


Definisi Bidan
Posted on December 3, 2011 by admin
Bidan adalah profesi yang diakui secara nasional maupun intemasional oleh sejumlah praktisi di seluruh dunia. Definisi bidan menurut International Confederation of Midwives (ICM) tahun 1972 dan International Federation of Gynaecologist and Obstetritian tahun 1973, dan WHO: A midwife is a person who having been regularly admitted to a midwifery educational program fully recognized in the country in which it is located, has successfully completed the prescribed course of studies in midwifery and has acquired the requiste qualifications to be registered and/or legally licensed to practice midwifery. She must be able to give the necessary supervision, care, and advice to women during pregnancy labor, and postpartum to conduct deliveries on her own responsibility and to care for the newborn and the infant. This care includes preventive measure, the detection of abnormal condition in mother and child. The procurement of medical assistance, and the execution of emergency measures in the absence of medical help. She has an important task in counseling and education, not only for patients, but also within the family and community. Their work should involve antenatal education and preparation for parenthood and extend to certain areas of gynecology, family planning and child care. She may practice in hospitals, clinics, health units, domiciliary conditions or any other service (bidan adalah seseorang yang telah menyelesaikan program pendidikan bidan yang diakui oleh negara serta memperoleh kualifikasi dan diberi izin untuk menjalankan praktik kebidanan di negeri tersebut, Ia harus mampu memberi supervisi, asuhan, dan memberi nasihat yang dibutuhkan wanita selama hamil, persalinan, dan masa pascapersalinan, memimpin persalinan atas tanggung jawabnya sendiri serta asuhan pada bayi baru lahir dan anak. Asuhan ini termasuk tindakan preventif, pendeteksian kondisi abnormal pada ibu dan bayi, dan mengupayakan bantuan medis serta melakukan tindakan pertolongan gawat-darurat pada saat tidak ada tenaga medis lain. Bidan mempunyai tugas penting dalam konsultasi dan pendidikan kesehatan, tidak hanya untuk wanita tersebut, tetapi juga termasuk keluarga dan komunitasnya. Pekerjaan itu termasuk pendidikan antenatal, dan persiapan menjadi orang tua dan meluas ke daerah tertentu dari ginekologi, keluarga berencana, dan asuhan anak. Bidan bisa berpraktik di rumah sakit, klinik unit kesehatan, rumah perawatan atau tempat pelayanan lain.)

Definisi bidan di Indonesia adalah seorang wanita yang telah mengikuti dan menyelesaikan pendidikan kebidanan yang telah diakui pemerintah dan telah lulus ujian sesuai dengan persyaratan yang berlaku dan memperoleh kualifikasi untuk registrasi dan memperoleh izin untuk melaksanakan praktik kebidanan.
Definisi bidan (ICM, 2005) adalah seorang yang telah berhasil/ sukses menyelesaikan pendidikan bidan yang terakreditasi dan diakui negara, telah memperoleh kualifikasi yang dibutuhkan untuk didaftarkan mendapat sertifikat dan/atau secara resmi diberi lisensi untuk melakukan praktik kebidanan. Ia diakui sebagai profesional yang bertanggung jawab dan akuntabilitas terhadap pekerjaannya, bermitra dengan perempuan, memberi dukungan, asuhan dan nasihat yang diperlukan selama hamil, bersalin dan masa nifas, untuk memfasilitasi kelahiran atas tanggung jawabnya sendiri.
Pokok-pokok yang terdapat dalam definisi bidan adalah pendidikan formal, kemitraan, evidence-based, dan tanggung jawab mandiri. Lingkup asuhan kebidanan meliputi prevensi dan promosi kesehatan, deteksi dini komplikasi ibu dan bayi, dan pengenalan kegawatdaruratan, serta keterampilan menanganinya. Tugas pen ting yang dilaksanakan bidan mencakup KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) dan KIPK (komunikasi interpersonal/konseling) untuk ibu, keluarga, dan masyarakat, pendidikan antenatal, dan persiapan menjadi orang tua, kesehatan reproduksi perempuan, keluarga berencana, dan pemeliharaan kesehatan anak. Tempat kerja/praktik bidan adalah di rumah, masyarakat, klinik/rumah bersalin, rumah sakit, dan pusat pelayanan kesehatan lain.
Kebidanan (midwifery) merupakan ilmu yang terbentuk dari sintesis berbagai disiplin ilmu (multidisipiln) yang terkait dengan pelayanan kebidanan meliputi ilmu kedokteran, ilmu keperawatan, ilmu sosial, ilmu perilaku, ilmu budaya, ilmu kesehatan masyarakat, dan ilmu manajemen untuk dapat memberi pelayanan kepada ibu dalam masa prakonsepsi, hamil, bersalin, nifas, dan bayi barn lahir. Pelayanan tersebut meliputi pendeteksian keadaan abnormal pada ibu dan anak, melaksanakan konseling dan pendidikan kesehatan terhadap individu, keluarga, dan masyarakat.
Pustaka
Konsep Kebidanan Sejarah dan Profesionalisme Oleh Atik Purwandari, A.Md.Keb., SKM